Trilogi Fotografi
Light Meter pada view finder
Light Meter pada LCD
(0) Cahaya masuk normal
(+) Cahaya masuk over
(-) Cahaya masuk under
Light Meter
Sebagai tolak ukur/alat ukur tingkat besarnya atau kecilnya intensitas cahaya yang masuk ke dalam kamera
3 komponen yang mempengeruhi lightmeter
"ISO" Menentukan tingkat sensitivitas sensor terhadap cahaya sehingga semakin tinggi nilai ISO maka sensor akan semakin peka terhadap cahaya meski dengan resiko meningkatnya noise pada foto.
semakin besar ISO semakin besar cahaya masuk
semakin kecil ISO semakin kecil cahaya masuk
Contoh Pengaturan ISO
Contoh Noise
"Shutter Speed" Mengatur kecepatan Tirai Rana pada kamera. Shutter speed ini lah yang menyebabkan foto freezing atau pun shaking(goyang) tergantung dari pengaturan fotografer itu sendiri.
Semakin tinggi speed semakin sedikit cahaya masuk
Semakin rendah speed semakin banyak cahaya masuk
Speed miror rana dapat di gambarkan seperti pintu air bendungan.
Semakin lama dibukanya pintu bendungan, semakin banyak air yang masuk.
Semakin sebentar pintu air di buka semakin sedikit air yang masuk.
High Speed 1/250
Low Speed 10s
"Diafragma" mengatur DOF (depth of field) /ruang tajam gambar /bukaan pada lensa kamera, diafragma ini lah yang menyebabkan foto blur atau fokus gambar yang di hasilkan.
Semakin besar bukaan diafragma (f/4) semakin banyak cahaya masuk.
Hasil gambar fokus pada titik tertentu dan blur pada background
Semakin kecil bukaan diafragma (f/22) semakin sedikit cahaya masuk.
Hasil gambar fokus merata pada seluruh frame
DOF range (depth of field)
Contoh bukaan diafragma pada lensa
ISO-3200 1/800 f/5
ISO-100 1/320 f/11